Main Article Content

Bagas Hega Samudra
Agus Sekarmadji

Abstract

Mount Penanggungan is a sacred mountain in East Java with rich cultural wealth, including archaeological sites from the Hindu-Buddhist era that have been legalized by the decree of the Governor of East Java No. 188/18/KPTS/013/2015 then improved by the decree of the Governor of East Java No. 188/627/KPTS/013/2017. However, sand mining activities in the area have the potential to damage cultural heritage and the environment. This study explores the legal framework for protecting cultural heritage areas, including regulations and duties assigned to the government/local governments. The study also identifies three main problems that hinder the implementation of the law: legal substance, legal structure/institution, and legal culture. Despite the existence of laws, sand mining activities continue because of the community’s dependence on the economy, imbalance of legal overlap, and low legal awareness among government officials and the community. To overcome these problems, this study recommends improving legal substance, legal structure/institution, and legal culture through education, counseling, role modeling, and law enforcement. More comprehensive protection and law enforcement are needed to preserve cultural heritage. This study contributes to the understanding of the legal framework for protecting cultural heritage areas and provides recommendations to the government to implement the law effectively

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Samudra, B. H. ., & Sekarmadji, A. . (2023). The Juridical Implications of Designating Cultural Heritage Areas on Spatial Utilization and Natural Resource Utilization. LEGAL BRIEF, 12(3), 267–276. https://doi.org/10.35335/legal.v12i3.797
References
Agustinova, D. E. (2022). Strategi Pelestarian Benda Cagar Budaya Melalui Digitalisasi. ISTORIA Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 18(2). https://journal.uny.ac.id/index.php/istoria/article/view/52991
Amanda, V., Suprihardjo, R., Studi, P., Wilayah, P., & Teknik, F. (2012). Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Berbasis Partisipasi Masyarakat ( Studi Kasus?: Kawasan Cagar Budaya Bubutan , Surabaya ). 1(1).
Arifin, H. P. (2018). Politik Hukum Perlindungan Cagar Budaya Di Indonesia. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis Dan Investasi, 10(1), 65–76. https://doi.org/10.28932/di.v10i1.1034
Bahaya Longsorlahan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, P., & Zulmi Rahmawan, A. (2021). POTENSI BAHAYA LONGSORLAHAN (LANDSLIDE) KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO.
Balai pelestarian cagar budaya sumatera barat. (n.d.). Cagar budaya dalam ketahanan bangsa. Kemendikbud. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/cagar-budaya-dalam-ketahanan-bangsa/%0A
BPNH. (2014). artikel htsvindingrec. BPNH.Go.Id. https://rechtsvinding.bphn.go.id/index.php/view/view_online.php?page=artikel&berita=2%0A
Budaya, C., & Kesejahteraan, N. (2019). REKONSTRUKSI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA. 2(1), 70–83.
Credo, M., Mangolo, S., Putu, I., Sukaatmadja, G., Bagus, I., & Pujaastawa, G. (2017). “WARUGA” SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA SAWANGAN, KABUPATEN MINAHASA UTARA. In JUMPA (Vol. 4, Issue 1).
Enggran Eko Budianto. (2015). Ini penampakan tambang sirtu di lereng-gunung-penanggungan. Detik News. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3036220/ini-penampakan-tambang-sirtu-di-lereng-gunung-penanggungan%0A
Frastien, D., Iskandar, I., & Edra Satmaidi, E. (2019). Pemanfaatan Ruang Berdasarkan Rencana Tata Ruang Dalam Upaya Perlindungan Kawasan Taman Wisata Alam Pantai. Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum, 27(1), 1–22. https://doi.org/10.33369/jsh.27.1.1-22
Hafiedz, A. Al, & Rusdiana, E. (2018). Kajian Yuridis Kelayakan Situs Calon Arang Untuk Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Novum?: Jurnal Hukum, 11, 1–8.
Hendro, E. P., & Nirmala, D. (2021). Sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya di Kawasan Cagar Budaya Kampung Melayu dan Kampung Kauman Semarang. Harmoni, 5(2), 81–94.
Jimly Asshiddiqie, O. (2021). KONSTITUSI DAN KONSTITUSIONALISME INDONESIA.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Satuan Ruang Geografis Kawasan Penanggungan. Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/cagarbudaya/detail/PO2015021800004/satuan-ruang-geografis-kawasan-penanggungan%0A
Ketut, N., Adnyani, S., Windia, I. W., Sukerti, N. N., Ari, A. A. I., & Dewi, A. (2021). Eksploitasi Pemanfaatan Ruang dalam Pembangunan Kawasan Wisata. Pandecta, 16(2), 354–367.
Lestari, R. (2020). PENGANTAR ILMU HUKUM. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.19889.61284
Jurnal Konstitusi. (2013). www.mahkamahkonstitusi.go.id
Pengantar, K. (2013). Pedoman pedoman penilaian kiteria penetapan cagar budaya.
Fahmi Febri Prakoso. (2018). PERAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM PELESTARIAN CAGAR BUDAYA KABUPATEN JEMBER (The Role of Tourism and Culture in Preservation of Cultural Heritage in Jember District).
PERATURAN DERAH KABUPATEN KUDUS TENTANG PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN KUDUS Jl GOR Wergu Wetan, R. (2019). NASKAH AKADEMIK.
Prabha, J. W. (2021). Jurnal Widya Prabha, 10/X/2021 1. Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Yogyakarta, 21.
Prihantoro, F. (2019). Peningkatan Kesadaran terhadap Cagar Budaya di Kotabaru Melalui Kegiatan Jelajah Wisata Heritage bagi Generasi Muda di Kota Yogyakarta. Bakti Budaya, 2(1), 67. https://doi.org/10.22146/bb.45041
Rahmat, K. D. (2021). Konsep Pariwisata Berkelanjutan dalam Pelestarian Cagar Budaya. 5(1), 26–37.
Retno Wulandari. (2021). Bantuan Insentif Pemerintah Sebagai Jurus Andalan Dalam Memulihkan Sektor Pariwisata. Opini.Kemenkeu.Go.Id. https://opini.kemenkeu.go.id/article /read/bantuan-insentif-pemerintah-sebagai-jurus-andalan-dalam-memulihkan-sektor-pariwisata%0A
Rhaki, M., Kaho, L. M. R., & Konradus, B. (2020). Kajian Terhadap Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat dalam Mendukung Pengelolaan Cagar Alam Ndeta Kelikima di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 424–435. https://doi.org/10.14710/jil.18.3.424-435
Sadewa, G. A. (2020). Penganugerahan Sima Tulangan, Cunggrang, dan Pucangan Di Lereng Gunung Penanggungan Abad X-XI Berdasarkan Prasasti-Prasasti Raja Balitung-Airlangga. Journal Pendidikan Sejarah, 8(1).
SOSIOLOGI HUKUM. (2020).
Supriyanta. (2007). RUANG LINGKUP KEJAHATAN EKONOMI. In Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan (Vol. 7, Issue 1).
Teguh Hidayat. Pelestarian Cagar Budaya di Daerah Otonom. Kemendikbud. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/pelestarian-cagar-budaya-di-daerah-otonom/
TSJUN. (2019). Gunung Penanggungan dan Nilai Sejarah yang Terancam Rusak. ITS News. https://www.its.ac.id/news/2019/04/08/gunung-penanggungan-dan-nilai-sejarah-yang-terancam-rusak/%0A
Warda, I. N. (2008). Pengelolaan warisan budaya berwawasan lingkungan: studi kasus pengelolaan. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. Hal. 193-204, 8(2), 193–204.
WARISAN BUDAYA PERSPEKTIF MASA KINI. (2015).