The Role of the Central Tapanuli Regency Government in Supervising and Controlling Landslide-Prone Locations from a Siyasah Dusturiyah Perspec-tive (Case Study: Tapian Nauli Village)

Authors

  • Roy Sandi Gunawan Pardede Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Irwansyah Irwansyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35335/legal.v14i6.1580

Keywords:

Pemerintah Daerah, Longsor, Tapian Nauli, Pengawasan, Siyasah Dusturiyah

Abstract

This study aims to analyze the role of the Central Tapanuli Regency Government in monitoring and controlling landslide-prone areas in Tapian Nauli Village and review its implementation from a Siyasah Dusturiyah perspective. Tapian Nauli Village is included in an area with a high level of landslide vulnerability due to geographical conditions such as steep slopes, minimal vegetation, and uncontrolled land-use changes. The local government, through the Regional Disaster Management Agency (BPBD), has important responsibilities in disaster mitigation, spatial planning supervision, and community empowerment. However, the implementation of these functions faces obstacles such as budget constraints, weak inter-agency coordination, low public awareness, and weak environmental law enforcement. From a Siyasah Dusturiyah perspective, the government's responsibility in monitoring disaster-prone areas is a form of implementation of the leadership mandate to uphold justice ('adl) and public welfare (maslahah 'ammah). Thus, disaster monitoring policies must be implemented based on the principles of responsibility, justice, and public participation in accordance with Islamic values ??in governance

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aizid, R. (2021). Buku Pintar Penanggulangan Tanah Longsor. DIVA PRESS.

Cetakan Pertama, J., & Center, C. V. P. L. (n.d.). KEARIFAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DI PEGUNUNGAN MURIA.

Dewi, T. M. (n.d.). Analisis deformasi gempa bumi yang terjadi di Tarutung dari 1 September–31 Oktober 2022 dengan metode multitemporal dinsar. Fakultas Sains Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dianty, J. (2022). Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Menyediakan Dana Penanggulangan Bencana Alam Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007. Lex Administratum, 10(4).

FADLY, R. (n.d.). DAMPAK PERUBAHAN AKSES JALAN DI DAERAH LONGSOR (STUDI KASUS DI KECAMATAN PIPIKORO KABUPATEN SIGI). UNIVERSITAS TADULAKO.

Haikal, M. F. (2022). Partisipasi Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Alam Untuk Mengurangi Risiko Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatulah Jakarta.

Halawa, A., Siburian, R. M., Purba, S., Siahaan, R. H., & Sinaga, J. (2023). SOSIALISASI BAHAYA BENCANA LONGSOR KEPADA MASYARAKAT SIBOLANGIT. ABDIMAS MANDIRI-Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 47–52.

Kumalawati, E. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2018 Kota Mojokerto perspektif siyasah dusturiyah. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Kurniati, R., Kurniawati, W., Dewi, D. I. K., & Ferawati, N. A. (2020). Konservasi Lahan Rawan Longsor di RW 9 Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Semarang. J. Arsit. Zonasi, 3, 309–317.

Mau, M., & Akbar, M. (2025). PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN: STUDI KASUS KEBIJAKAN PASCABENCANA DI LUWU UTARA. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(4), 1501–1518.

Maulana, A., Rahman, A., Aulia, N. A., Nur, A., Firmansyah, M., & Gunawan, B. A. (2024). PARADIGMA PENANGGULANGAN BENCANA: TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DAERAH DAN MITIGASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL. Collegium Studiosum Journal, 7(2), 667–677.

Mubarrak, M. Z., Syah, D. Z. R., & Susilo, J. (2023). Menciptakan Wilayah yang Aman dari Bencana: Titik Temu Fikih Lingkungan dan Undang-Undang Penataan Ruang di Indonesia. Jurnal Adijaya Multidisplin, 1(05), 1116–1128.

Muchsin, H. S. (2021). Implementasi Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana. Unisma Press.

Mulya, S. (2025). Evaluasi Kebijakan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar. PAMARENDA: Public Administration and Government Journal, 5(1), 347–364.

Nadha, P. R. (2022). Strategi Pengembangan Desa Buluhcina Sebagai Desa Wisata Hijau. Universitas Islam Riau.

Nurhalimah, N. (2022). Potret Rumah Terapung Sebagai Promosi Rumah Wisata Syariah Di Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. IAIN Parepare.

Oulaana, B., Tang, M. I. P., Dony, P. M. T., Mailehi, B., & Lekai, D. Y. (2023). Hutan Yang Gundul, di Lereng Gunung Batu Nirwala. Kelurahan Welai Timur, Kalabahi 2023. DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(4), 420–428.

Pratama, M. (2023). Analisis Pengaruh Bencana Hidrometeorologi di Sungai Kera Kab. Wajo. Universitas Hasanuddin.

Setyorini, F. A. (2023). Menakar Paradigma Penanggulangan Bencana Melalui Analisis Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Journal of Social Politics and Governance (JSPG), 5(2), 97–113.

Sianturi, R. J. (2024). Pemanfaatan Informasi Spasial SIG untuk Menganalisis Risiko Tanah Longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Penelitian Geografi (JPG), 12(1), 1–11.

Wardani, A. K. (2021). TA: TINGKAT RISIKO DAN DESA TANGGUH BENCANA LONGSOR (STUDI KASUS: KABUPATEN GARUT). Institut Teknologi Nasional Bandung.

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Gunawan Pardede, R. S., & Irwansyah, I. (2026). The Role of the Central Tapanuli Regency Government in Supervising and Controlling Landslide-Prone Locations from a Siyasah Dusturiyah Perspec-tive (Case Study: Tapian Nauli Village). LEGAL BRIEF, 14(6), 1370–1378. https://doi.org/10.35335/legal.v14i6.1580

Issue

Section

Communication Science, Culture, Social Politics