Legal Protection for Grant Recipients of Land Used as Collateral for Debt (Analysis of Decision Number 408/Pdt.G/2024/PN Mdn)

Authors

  • Fauzan Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Adlin Budhiawan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35335/legal.v15i4.1698

Keywords:

Grants, Debts, Sale and Purchase Binding Deeds, Legal Protection

Abstract

The use of land as informal debt collateral frequently conflicts with land rights transferred through grants, creating uncertainty. This study examines whether a Sale and Purchase Binding Deed (APJB) combined with a Power of Attorney to Sell can validly transfer land rights already vested in a grant recipient and analyzes the legal protection available when such instruments are used to displace the recipient’s ownership. The research employs normative legal research with statutory and case approaches, focusing on Medan District Court Decision Number 408/Pdt.G/2024/PN Mdn. Primary legal materials include the Civil Code, Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration, Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles, and relevant notarial regulations. The findings demonstrate that an APJB and Power of Attorney to Sell cannot independently constitute a valid basis for transferring land rights because Article 37(1) of Government Regulation Number 24 of 1997 requires transfers to be evidenced by an authentic deed executed before a Land Deed Official (PPAT). Using these instruments to disguise a debt relationship as a sale may also violate the lawful-cause requirement under Article 1320 of the Civil Code and may result in liability under Article 1365. Legal protection consists of preventive protection through administrative screening by the Land Office and repressive protection through judicial proceedings. In the examined case, preventive protection failed, while litigation restored recognition of the grant recipient’s ownership. Therefore, stronger administrative scrutiny is essential to ensure legal certainty and prevent similar land disputes in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, R., & Putra, D. (2023). Implikasi hukum atas peralihan hak tanah yang tidak terdaftar. Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara, 2(6).

Anugrah, S. (2021). Asas kepastian hukum dalam pendaftaran tanah di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pertanahan Nasional.

Apriani, T. (2021). Konsep ganti rugi dalam perbuatan melawan hukum dan wanprestasi serta sistem pengaturannya dalam KUH Perdata. Ganec Swara, 15(1), 929–934.

Aprilianto, M. (2024). Digitalisasi administrasi pertanahan untuk mencegah sengketa. Jurnal Kebijakan Pertanahan Nasional, 9(1), 45–58. https://doi.org/10.31219/osf.io/9hd7p

Asmaniar, A., & Sitorus, F. J. (2022). Pendaftaran objek fidusia sebagai jaminan utang. Justice Voice, 1(1), 11–21. https://doi.org/10.37893/jv.v1i1.32

Badri, S., Handayani, P., & Rizki, T. A. (2024). Ganti rugi terhadap perbuatan melawan hukum dan wanprestasi dalam sistem hukum perdata. Media Hukum Indonesia, 2(4), 598–610.

Barokah, M. R., & Erliyana, A. (2022). Pergeseran kompetensi absolut dari peradilan umum ke peradilan tata usaha negara: Gugatan perbuatan melawan hukum oleh penguasa (onrechtmatige overheidsdaad). Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(4), 824–848.

Cyntia Marshel, D. (2025). Analisis yuridis terhadap pembuatan akta hibah sebagai alat bukti dalam sengketa kepemilikan tanah. Recital Review, 7(2), 206–225. https://doi.org/10.22437/rr.v7i2.45430

Darnus, A. B. B., Nawi, S., & Poernomo, S. L. (2022). Analisis perlindungan hukum terhadap pemegang sertifikat hak milik atas tanah yang mengalami sengketa. Journal of Lex Generalis (JLG), 3(8), 1282–1293.

Destiarany, R., & Anggriani, R. (2024). Kedudukan surat kuasa menjual dalam perjanjian utang piutang dengan wanprestasi. Media of Law and Sharia, 6(1), 52–64.

Farida, K. (2021). Kekuatan hukum perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) terhadap tanah dan bangunan dengan kuasa menjual. Jurnal Signifikan Humaniora, 2(3), 1–12.

Halipah, G., & others. (2023). Tinjauan yuridis konsep perbuatan melawan hukum dalam konteks hukum perdata. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 16(1), 138–143. https://doi.org/10.59582/sh.v16i01.923

Hamonangan, A., Taufiqurrahman, M., & Pasaribu, R. M. (2021). Perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dalam transaksi peralihan hak atas tanah dan atau bangunan. Jurnal Rectum, 3(2), 239–255. https://doi.org/10.46930/JURNALRECTUM.V3I2.1180

Humaira, M., & Latumeten, P. E. (2022). Kuasa selbsteintritt dalam pembuatan akta autentik. Journal of Syntax Literate, 7(3).

Kurniawan, K., & Tanawijaya, H. (2023). Kekuatan hukum akta hibah atas tanah dan bangunan menurut hukum perdata (Studi kasus Putusan Nomor 236/PDT/G/2022/PN.BKS). UNES Law Review, 6(2), 5854–5865.

Kusuma Wijaya, E., Zuhrah, & Firmanto, T. (2024). Kedudukan dan kekuatan hukum surat kuasa menjual dalam akta perjanjian pengikatan jual beli tanah (Studi kasus pada Kantor Notaris/PPAT Baiq Hayinah, S.H. di Kota Bima). NALAR: Journal of Law and Sharia, 2(2), 121–137. https://doi.org/10.61461/nlr.v2i2.94

Maria Wera, A. G. A., & Pramana Putra, M. A. (2024). Perlindungan hukum bagi penerima hibah atas sengketa benda yang dihibahkan. Jurnal Kertha Negara, 12(6), 611–622.

Mubarak, K. (2025). Pengambilalihan hak waris tanah oleh pihak yang tidak berhak: Analisis normatif terhadap perlindungan hukum dan kepastian. Jurnal Hukum Berkeadaban, 1(2).

Nugraheni, D. B. (2022). Sengketa tanah waris antara penerima hibah dan ahli waris yang mengalihkan hak atas tanahnya (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1206 K/PDT/2020). Indonesian Notary, 4(3), 620–635.

Oktavia, R., & Subekti, S. (2023). Perlindungan hukum terhadap Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam perkara pemblokiran balik nama objek hibah (Putusan Mahkamah Agung Nomor 175 K/PDT/2021). Jurnal Akta Notaris, 2(1).

Puspitaarum, I., & Badriyah, S. M. (2023). Kekuatan surat kuasa jual pada pembelian tanah yang tidak dibalik nama untuk developer perumahan. Jurnal NOTARIUS, 16(3), 1710–1723.

Reynaldi, M. R., & Adjie, H. (2023). Peran notaris pembuat akta tanah dalam meminimalisir sengketa tanah. Jurnal Hukum, 20(2), 522–530.

Sihombong, B. D. L., Sembiring, R., & Kaban, M. (2023). Kekuatan pembuktian surat hibah tanah di bawah tangan perspektif hukum perdata Indonesia (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 2681/K/PDT/2015). Locus Journal of Academic Literature Review, 2(10), 850–851.

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Lubis, F., & Budhiawan, A. (2026). Legal Protection for Grant Recipients of Land Used as Collateral for Debt (Analysis of Decision Number 408/Pdt.G/2024/PN Mdn). LEGAL BRIEF, 15(4), 403–409. https://doi.org/10.35335/legal.v15i4.1698

Issue

Section

Political Law , Police, Defense and Security Studies