Judicial Discovery of Law in Normative Gaps of Contemporary Medical Case
DOI:
https://doi.org/10.35335/legal.v14i6.1536Keywords:
Juridical Reasoning, Legal Vacuum, Medical Ethics, Passive Euthanasia, RechtsvindingAbstract
The rapid evolution of medical technology increasingly outpaces the parameters of ethical-legal frameworks regarding passive euthanasia, genetic data sourcing and processing, and digital informed consent, thereby creating significant legal lacunae that engender profound ethical-legal dilemmas. When statutory provisions offer no explicit guidance, judges are compelled to resort to rechtsvinding, the construction of law through interpretative, analogical, and creative application of sub-statutory measures available to them. This legal research aims to assess the mechanisms and methodologies employed by judges to utilize rechtsvinding in bridging systemic functional deficiencies in law as applied to medical malpractice. Using conceptual-analytical methods supported by case study approaches, this research investigates issues of patient autonomy, medical beneficence, and the medical practitioner's legal duty of care in precluding harm, through analysis of multiple court decisions. The findings demonstrate that judicial integration of medical ethical principles becomes a predominant factor when medical law remains silent across numerous legal domains relevant to medical malpractice adjudication. Ultimately, this facilitates the development of a more robust health legislative framework wherein judicial practice addresses specific substantive problems and expands the scope of medical law. This research substantiates the claim that rechtsvinding functions as a critical instrument for protecting public health in the construction and development of law.
Downloads
References
(1), 62. https://doi.org/https://doi.org/10.35912/jihham.v5i1.4379
Atikah, I. S. (2025). Yurisprudensi Sebagai Upaya Koreksi Terhadap Kekosongan Dan Kelemahan Undang-Undang. Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 1(2), 62. https://doi.org/https://doi.org/10.59966/yudhistira.v1i2.1676
Bachriani, R. D., Maghfiroh, W., & Wardhani, P. K. (2023). Pelindungan Hukum Bagi Tenaga Kesehatan Terhadap Tindakan Medis yang Telah Dilakukan Kepada Pasien. Smart Law Journal, 2(1), 24.
Badriyah, S. M. (2016). Sistem Penemuan Hukum dalam Masyarakat Prismatik. Sinar Grafika.
Cahyasabrina, G. T., Abidahsari, I., Geraldine, M. A. R., Purba, H. A., Handa, & Bakhtiar, S. (2023). Pengambilan Keputusan Euthanasia Pasif dalam Kehidupan Akhir Pasien: Tinjauan Hak Asasi Manusia. Jurnal Panorama Hukum, 8(2), 198–199. https://doi.org/https://doi.org/10.21067/jph.v8i2.9388
Febrian, A. (2018). Penggunaan Hermeneutika dalam Penemuan Hukum oleh Hakim. Pengadilan Negeri Tolitoli.
Firmansyah, A., Setiawan, D., Pratama, F., Marwan, T., Almanda, A., Oktarianda, S., Zulkarnen, Satrio, I., Saputra, I., Juna, A. M., & Rohman. (2024). Putusan Pengadilan sebagai Sumber Hukum Yurisprudensi. WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(2), 133–134. https://doi.org/https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/wathan/article/view/79
Giovani. (2025). Melampaui Batas Kata: Analisis Kritis Penggunaan Penafsiran Ekstensif oleh Hakim. MARINews.
Indah, R. M., & Triadi, I. (2025). Penemuan Hukum sebagai Implementasi Teori Hukum dalam Menjawab Kekosongan Norma. Media Hukum Indonesia, 3(4), 109–117.
Indriastuti, A. R. M., & Handayani, E. (2025). Peran Penalaran Hukum Dalam Proses Penemuan Hukum (Rechtsvinding) Oleh Hakim. Wijayakusuma Law Review, 7(1), 12. https://doi.org/https://doi.org/10.51921/wlr.w8yszy58
Jain, D. (2023). Regulation of Digital Healthcare in India: Ethical and Legal Challenges. Healthcare, 1(6), 2. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/healthcare11060911
Jorstad, K. T. (2020). Interaction of artificial intelligence and medicine: Tort liability in the technological age. Journal of Medical Artificial Intelligence, 3. https://doi.org/https://10.21037/jmai-20-57
Kristianti, N., Ardiansyah, D., Putri, M. A., Yanuar, F., Parman, P., & Sapsudin, A. (2025). Etika Profesional dan Tanggung Jawab Hukum Dokter di Era Kecerdasan Buatan: Kajian Filsafat Hukum terhadap Relasi Manusia–Teknologi (AI) dalam Diagnostik Medis. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 1533–1540. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3540
Makkawaru, I. W., Nur, A. R., Djidar, H., & Mannuhung, S. (2025). Penegakan Hukum Perlindungan Data Pribadi Melalui Sarana Hukum Perdata. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(9), 6474–6475. https://doi.org/https://doi.org/10.53625/jirk.v4i9.9663
Mangkunegara, RM. A. (2025). Tanggung Jawab Pidana Korporasi Atas Keamanan Siber: Rechtsvinding dalam Mengadopsi Konsep Corporate Manslaughter di Indonesia. Jurnal Rechtsvinding, 14(2), 215.
Maruli, H. J., Fakhriah, E. L., & Haspada, D. (2024). Pertanggungjawaban pidana euthanasia oleh dokter terhadap pasien penderita penyakit kronis berdasarkan hukum pidana Indonesia. Iustitia Omnibus: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 189.
Miliyandra, Krisnamurti, H., & Durahman, D. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Dokter Dalam Pengawasan Pelayanan Kesehatan Oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja. Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 78.
Mousavi, S. (2024). Global Ethical Principles in Healthcare Networks, Including Debates on Euthanasia and Abortion National Library of Medicine. National Library of Medicine.
Naibaho, S., Triana, Y., & Oktapani, S. (2024). Tanggung Jawab Hukum Rumah Sakit Terhadap Hak Pasien dalam Pelayanan Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(12), 2–3. https://doi.org/https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i12.1329
Prabowo, I. (2022). Paradigma Peraturan Mahkamah Agung: Modern Legal Positivism Theory, Teori Hukum Progresif Dan Urgensi Kodifikasinya. Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Punia, I. G. E. A. A. (2024). Euthanasia Ditinjau Dari Aspek Medis, Bioetik, Dan Hukum. Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 4(1), 20.
Rayyan, R., & Simarmata, M. (2025). Kepastian Hukum Pengguna Artificial Intelligence (AI) dalam Pelayanan Kesehatan dan Diagnosa Medis di Indonesia. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik, 2(3), 36. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i3.1156
SP, A. W. B., & Mangesti Arie, Y. (2023). Presumed consent atas tindakan medis berisiko tinggi pada kegawatdaruratan: Perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023. Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 3(2), 78.
Sujono, I. (2022). Urgency Of Rechtsvinding And Jurisprudence In The Constitutional Court Authority. Journal of Constitutional Law Society, 1(2), 164. https://doi.org/https://doi.org/10.36448/cls.v1i2.26
Targian, R. S. (2024). Konstitusi Dan Kekuasaan Studi Kasus dalam Hukum Tata Negara. Ruang Karya Bersama.
UAD, P. (2012). Penemuan Hukum oleh Hakim. Pusat Konsultasi Dan Bantuan Hukum.
Wibowo, A. (2025a). Hakim, Teknologi dan Artificial Intelligence (AI). Yayasan Prima Agus Teknik.
Wibowo, A. (2025b). Teori Hukum Umum: Analisis Aturan, Penalaran dan Konstitusi. Yayasan Prima Agus Teknik.
Yea, Nua, M. O. and C. A. W. S. and, & Natalia, E. (2024). Bioetika Kesehatan: Tantangan Etika dalam Praktik Medis dan Penelitian. PT Media Penerbit Indonesia.
Yen, W. S., & Djai, L. (2024). Dilema Etika Bagi Tenaga Kesehatan dalam Menentukan Pilihan Tindakan Medis Berdasarkan Prinsip Berbuat Baik (Beneficence) atau Prinsip Otonomi (Autonomy). Jurnal MedScientiae, 3(3), 387.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEGAL BRIEF

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

